Berupaya dalam segala hal… Untuk selalu ikhlas dalam bekerja dan berkarya

Sukses Bisnis Animasi dan Multimedia “Game adver”

Belum lama ini saya berkunjung ke workshopnya kawan saya Surya di daerah Pasar Minggu, Kalibata – Jakarta. Apa saja sih yang sedang dikerjakannya sekarang. Kangen juga saya sama ide-idenya yang liar dan rada-rada gila. Sampai disana seperti biasa saya harus menunggu lama-hampir 4 jam kedatangan bos yang satu ini. Untung ada si Tulus yang tulus hatinya dan si Menir menor yang nemenin saya waktu itu. Sekitar jam 1-an siang, yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Pas ketemu.. “Sorry mam ketiduran, abis ngerjain proyek sampai jam 2 pagi, capek banget guwe…udah lama lu disini?”. Biasa! Basa-basi gombal… Sinting.

Itulah sosok kawan saya yang satu ini. Surya Adinegara. Kawan saya di InTouch. Pernah kerja bareng di GAIA Vision dan Bias Mustika Production. Singkat cerita.. Akhirnya dari pertemuan itu tergelitik juga saya ingin mengetahui lebih lanjut tentang bisnisnya. Iseng-iseng tanya sama om Google. Ketik keyword “Surya Adinegara” Woshhh.. Kaget juga saya lihat ada profilnya Surya di SWAsembada. Enggak tanggung-tanggung SWA memberi judul postingnya: “Sang Perintis Bisnis Game Adver”. Wah sudah enggak main-main lagi nih! pikir saya. Terus terang sebelumnya saya enggak pernah tau kalau enggak baca profil ini di SWA. Mantab bro! Teruskan perjuangan.

BEGINI CERITANYA:

Disadur dari cuplikan lengkap SWA:

Seorang pria muda tengah asyik memainkan game mobil balap di salah satu gerai Carrefour di Jakarta. Game yang mengajak beradu cepat mengendarai mobil di lintasan pacu maya itu tidak berbeda dari game sejenis. Yang unik, di latar belakang tampilan game itu terdapat satu banner sponsor, yakni Nescafe. Itulah yang disebut game iklan offline, atau lebih sering disebut game adver (game advertising). Game adver merupakan game yang dipesan khusus sebagai bagian dari aktivitas branding merek.

Di Indonesia, Surya Adinegara bisa dikatakan sebagai perintis bisnis game adver. Betapa tidak, Surya memasuki bisnis yang masih merupakan lautan biru ini pada pertengahan 2004 dengan bendera Integra Komunika. Saat itu belum ada satu pun animator atau pebisnis multimedia lainnya yang melirik. Di Indonesia ketika itu belum ada. Saya sendiri memulainya dengan menawarkannya melalui event organizer, ujar pria 40 tahun kelahiran Solo ini.

Keputusannya terbukti tepat. Perusahaan yang didirikan bersama rekannya, Fery Wisnu (42 tahun), yang mengurusi pemasaran dan belakangan didukung pula oleh Tulus Mahardono (26 tahun) yang mengelola multimedia, itu kini menjadi pembuat game adver terbanyak di Indonesia (salut.. kasih sepuluh jempol buat integra – imam). Dengan dibantu 6 karyawan tetap dan 10 karyawan freelance, dalam sebulan Surya yang bertindak sebagai programmer game bisa memproduksi hingga empat game 2 dimensi (2-D) dan satu game 3-D. Harga produknya, game 3-D Rp 50-100 juta, sementara game 2-D separuhnya.

Kata dijual di sini sesungguhnya bermakna sewa. Game adver Surya yang kebanyakan dipakai sebagai bagian dari acara aktivasi merek akan distop setelah acara aktivasi kelar. Jadi, kami tetap memegang right-nya. Kalau sesudahnya ada pihak lain yang berminat pada game yang sama, ya kami tinggal mengganti background merek di dalam game itu, tentunya dengan harga yang lebih murah, ujarnya.

Hingga kini, sudah puluhan klien yang terpincut produk Integra. Marlboro, Gudang Garam, Nescafe, LG dan Quake adalah segelintir contoh perusahaan yang bersedia membayar puluhan bahkan ratusan juta rupiah untuk membeli game adver Surya dkk.

Surya mengaku, keberhasilannya merintis bisnis ini tidaklah instan. Pria yang hanya setahun kuliah di jurusan manajemen informatika di salah satu universitas di Jakarta ini telah belasan tahun malang-melintang di dunia multimedia. Ia pernah menjadi programmer di perusahaan InTouch milik Kendro Hendro dan di empat perusahaan multimedia lainnya.

Awalnya, pada 2004, Surya membesut Integra di garasi rumahnya yang hanya berukuran dua mobil sedan di Joglo, Jakarta Barat. Berawak tiga orang dengan dilengkapi tiga komputer, dirinya, Fery dan seorang karyawan lantas bergerak membuat game adver dan menawarkannya ke berbagai produsen dan agensi media. Kala itu sungguh sulit memasarkan game adver karena belum banyak perusahaan di Indonesia yang memakai game komputer sebagai sarana branding.

Meski demikian, perusahaannya tetap hidup, karena selain membuat game adver, juga menyambar segala bisnis yang terkait dengan animasi dan multimedia, seperti membuat animasi company profile dan simulasi walktrough bagi pengembang mal. Akan tetapi, setelah kerap menawarkan, ada merek asing yang tertarik, yakni Marlboro. Sebab, di luar negeri Marlboro terbiasa memakai game untuk mendukung kampanye branding-nya. Dari situlah getok tular tercipta. Banyak perusahaan menjadi kliennya. Dan kebanyakan satu klien memesan dua game lebih.

Barulah pada 2008, penjualan game adver Integra melejit di atas 100% dibanding tahun sebelumnya yang hanya tumbuh 50%. Tapi saya juga tidak tahu mengapa bisa begitu, tutur Surya ketika diwawancarai SWA di Mal Kelapa Gading, seusai bertemu dengan kliennya, sebuah perusahaan rokok besar di Indonesia. Ia sendiri mengakui, sampai kini Integra belum memasarkan dengan agresif, mengingat keterbatasan jumlah karyawan dan sedikitnya tenaga kerja mumpuni di bidang multimedia dan animasi.

Ia memaparkan, kunci sukses di bisnis game adver adalah kreativitas dan inovasi. Sebagai contoh, ia bisa membuat game bola basket di dinding atau layar proyektor seperti gaya Tom Cruise ketika beraksi dalam film Minority Reports. Jadi, pemain tinggal menggerakkan tangannya di udara untuk memasukkan bola basket virtual ke ring yang terdapat di dalam game. Nah, untuk kebutuhan itu, Surya membuat sarung tangan khusus yang dilengkapi dengan accelerometer dan alat sensor yang diperetelinya dari Wiimote. Perkakas yang disebut terakhir itu adalah alat kontrol Nintendo Wii yang dibelinya di Glodok dengan harga Rp 350 ribuan/unit. Selain itu, ia juga pernah membuat game interaktif bagi 8 pengguna sekaligus untuk Nutricia, juga dengan memereteli Wiimote.

Untuk mengembangkan kreativitas, Surya dan timnya terus memantau perkembangan game serta aneka teknologi multimedia dan animasi melalui Internet. Biasanya dengan membuka situs www.dataton.com, www.miniclips.com, membandingkan game di Playstation 2, PS 3, dan sebagainya, paparnya.

Selain kreativitas, kemampuan menepati waktu order yang kerap datang last minute dari klien sangat krusial. Karena bagi para agency atau event organizer, sekali sebuah event terlewati, tidak ada lagi yang bisa dilakukan, ungkap Surya. Hal tersebut dibenarkan Dendy Suryo yang mengenal Integra sejak dua tahun silam. Delivery time itu penting sekali. Saya sudah pesan tiga game untuk Gudang Garam dan dua game untuk Quake dari Integra karena mereka sangat bisa diandalkan, papar Direktur Bisnis Eksekutif Brains, perusahaan aktivasi merek.

Meski bisnisnya sudah berjalan baik, Surya punya obsesi membuat game berbasis karakter atau pola permainan tradisional. Seru juga kalau Gatotkaca kita permak modern, ha-ha-ha, ujarnya seraya tertawa (Sinting.. ide briliant tuh bro! Tapi ngerjain-nya plus memasarkannya perlu perjuangan dan darah, karena kebanyakan orang Indonesia-kan masih senang yang berbau asing. Tapi kalo loe cs bisa memasarkanya secara intens dan ada perusahaan yang mau sponsorin, kenapa enggak! – imam) . Selain itu, Surya dkk. juga ingin membuat game nonpesanan. Sebab, selama ini ia merasa kurang optimal dalam membuat game mengingat tenggat pesanan yang sangat sempit. Surya juga berharap industri ini berkembang lebih pesat lagi karena, menurutnya, kuenya masih sangat besar. Mantablah cing… Jalan terus Pantang Mundur… Salam.

Cuplikan lengkap dari SWA: Klik Link ini http://swa.co.id/ BERITA SWA

Bagi teman-teman yang mau tau lebih lanjut tentang bisnis ini bisa KONTAK melalui blog ini atau kasih komentar dibawah. Trims

Advertisements

9 responses

  1. Hanisya Collections

    artikel yang sangat menarik….

    tampilkan artikel agar profitable di http://www.imcrew.com/?r=359671

    02/08/2010 at 00:26

    • Trims atas komennya, ok…pertimbangkan sarannya…Bagaimana sur……?

      02/08/2010 at 02:19

  2. kevige

    Salam kenal…
    Saya baru belajar bikin animasi. Baca artikel ini tambah semangat jadinya, keren juga ya profilnya pak surya…kepingin deh belajar sama pak surya..kemana saya mesti hubungi ya? Apakah melalui blog ini bisa belajar lebih lanjut. Trims.

    02/08/2010 at 12:35

    • Wah anda termasuk yang rajin kasih komen nih… Trims

      13/08/2010 at 22:15

  3. Pingback: Pindah Gardu « imsjob | multiMEDIa | designGRafis | OXY onLinE

  4. iy mas mw belajar neh..jarang2 loh ad yG seperti mas surya

    25/09/2010 at 13:41

  5. iink

    Bp. Surya emang tob,dah….

    18/01/2011 at 12:15

  6. Yannie

    inspiring bgt mas…jd tambah semangat belajar Animasi…thengkyu yaaa……

    12/06/2012 at 04:55

  7. heru

    sukses dan salam kreatif!

    10/01/2013 at 16:42

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s